Meniran ( Phyllanthus niruri )

Posted: 26 Juni 2010 in Buah-buahan

Meniran, tumbuh subur di daerah tropis seperti India selatan, Cina, Filipina, Indonesia, hutan amazon, Bahama, Cuba, dan Nigeria. Meniran tumbuh liar di hutan-hutan, ladang-ladang, kebun-kebun maupun pekarangan halaman rumah; pada umumnya tidak dipelihara, karena dianggap tumbuhan rumput biasa. Meniran tumbuh subur ditempat yang lembab pada rendah sampai ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut.

Meniran sudah lama digunakan sebagai obat tradisional di negara-negara tersebut di atas untuk pengobatan kelainan liver (baik infeksi virus atau keracunan), untuk sakit mag (peptic ulcer), diare, penghancur batu, diabetes mellitus, menstruasi terlalu sering, obat malaria, dan untuk kelainan kulit sebagai anti septik dan mengurangi keringat (astringent).

Beberapa peneliti di Fox Chase Cancer Center, Philadelphia, tahun 1986 menyimpulkan bahwa ekstrak air dari seluruh bagian tanaman kering yang sudah dibuat serbuk dapat menhambat pertumbuhan virus hepatitis B pada marmut dan dapat mengikat antigen hepatitis, sehingga dapat mengurangi kerusakan hepar dan gejala penyakit. Beberapa kelompok peneliti lain mendukung hasil penelitian tersebut.

Peneliti di bagian kimia, Bose Institute, Kolkata, India pada tahun 2005 melaporkan bahwa air ekstrak dari daun dan batang muda meniran yang dihancurkan dapat mengurangi keracunan (detoksikasi) akibat dari over dosis obat anti radang. Ini dibuktikan dengan melihat dari gambaran sel hepar (histologi) dan pada pemeriksaan darah didapatkan berkurangnya pengaruh kerusakan oleh radikal bebas dan atau oksidan. Banyak sekali penelitian membuktikan bahwa meniran dapat mengurangi pengaruh keracunan akibat berbagai kemikalia.

Widayati P, dalam skripsinya (2008) melaporkan bahwa ekstrak etanol meniran dapat menurunkan asam urat darah mencit putih.

Peneliti di India (1995) menggunakan daun meniran yang dimasukkan kedalam kapsul, ternyata dapat menurunkan tekanan darah sistolik (untuk hipertensi).

Meniran mengandung banyak sekali zat aktif, diantaranya filantina (phylantine), hipofilantina, resin (dammar), tanin, lignans, alkaloids, and flavonoids.

Sumber URL:

1.M.Hanafi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s