Jahe ( Zingiber officinale )

Posted: 30 Juni 2010 in Tak Berkategori

Jahe merupakan akar umbi-umbian yang banyak tumbuh di Indonesia. Merupakan tumbuhan asli Asia Tenggara, jahe menyebar ke Afrika Timur sampai kepulauan Karibia.

Jahe mempunyai bau yang khas dan citarasa yang spesifik yang disebabkan adanya campuran dari zingerone, shogaol dan gingerol, yakni minyak yang mudah menguap yang menyusun satu sampai tiga persen berat basah jahe segar. Pada binatang percobaan, gingerol meningkatkan pergerakan traktus gastrointestinal dan mempunyai efek analgesik, sedatif, antipiretik dan daya antibakterial.[1] Minyak jahe juga dibuktikan mempunyai aktivitas mencegah kanker kulit pada mencit [2] dan penelitian di Universitas Michigan mendemonstrasikan bahwa gingerrol dapat membunuh sel2 kanker ovarium.

Jahe juga terbukti mempunyai efek menurunkan peroksidasi lemak, meningkatkan kapasitas antioksidan plasma dan menurunkan tingkat nephropathy pada ginjal.[5]

Jahe mengandung tiga persen dari minyak essensial yang merupakan penyusun utama terpenoid golongan sesquiterpenoid, dengan (-)-zingiberen merupakan komponen utama. Sesquiterpenoid yang lebih kecil kandungannya juga didapatkan seperti (β-sesquiphellandren, bisabolen dan farnesen) dan juga fraksi monoterpenoid yang lebih sedikit juga berhasil diidentifikasi(β-phelladren, cineol, dan citral)

Eksperimen yang dilakukan oleh ilmuwan Kuwait menunjukkan bahwa suplemen jahe pada tikus model Diabetes Mellitus mempunyai efek hipoglikemik, hipokolesterolemik, dan hipolipidemik.[6]

Rasa pedas dari jahe diakibatkan komponen nonvolatile derivat phenylpropanoid, terutama gingerol dan shogaol, yang terbentuk dari gingerol ketika jahe dikeringkan atau dimasak. Zingeron juga dihasilkan dalam proses ini; dan kandungan yang satu ini kurang pedas dan mempunyai aroma yang pedas manis [3]. Jahe juga mempunyai sedikit irritan kimaiawi, dan dengan ini digunakan sebagai suplemen kuda pada PD 1.

Jahe mempunyai efek sialagog, yang menstimulasi produksi saliva air liur yang membuat proses menelan lebih mudah.

Sumber URL:

1.MD O’ Hara, Mary; & MSt; David Kiefer, MD; Kim Farrell, MD; Kathi Kemper, MD, MPH (1998). “A Review of 12 Commonly Used Medicinal Herbs“. Archives of Family Medicine 7 (7): 523–536. doi:10.1001/archfami.7.6.523. PMID 9821826. Retrieved 2007-08-06

2.Glorious Ginger: Root Out Ailments with This Ancient Spice published by thefoodpaper.com

3.McGee, Harold (2004). On Food and Cooking: The Science and Lore of the Kitchen (2nd ed.). New York: Scribner pp. 425-426.

4.Wikipedia

5.Afshari, Ali Taghizadeh et al.; Shirpoor, A; Farshid, A; Saadatian, R; Rasmi, Y; Saboory, E; Ilkhanizadeh, B; Allameh, A (2007). “The effect of ginger on diabetic nephropathy, plasma antioxidant capacity and lipid peroxidation in rats”. Food Chemistry (Elsevier) 101 (1): 148–153. doi:10.1016/j.foodchem.2006.01.013

6.Al-Amin, Zainab M. et al.; Thomson, M; Al-Qattan, KK; Peltonen-Shalaby, R; Ali, M (2006). “Anti-diabetic and hypolipidaemic properties of ginger (Zingiber officinale) in streptozotocin-induced diabetic rats”. British Journal of Nutrition (Cambridge University Press) 96 (4): 660–666. doi:10.1079/BJN20061849 (inactive 2008-06-25). PMID 17010224. Retrieved 5 November 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s