ImageBuah pala merupakan buah legendaris sejak dahulu kala. Boleh percaya boleh tidak, akan tetapi buah ini merupakan salah satu faktor utama, jika tidak satu-satunya, motivasi penjajahan terhadap bangsa Indonesia. Dari dahulu buah ini dimanfaatkan terutama sebagai bahan pembuat rempah-rempah penyedap masakan dan minuman. Di dunia Eropa komoditi rempah-rempah, terutama pala dan cengkeh,  dizaman dahulu menduduki peringkat utama. Bangsa Eropa mendapatkan rempah-rempah pala berasal dari saudagar India dan Afrika melalui jalur sutera, sebelum akhirnya jalur itu diputus dan dikuasai oleh Kerajaan Islam yang membentang dari Afrika sampai India. Untuk mempertahankan keuntungan yang didapatkan dari hasil perdagangan rempah-rempah ini, maka para saudagar zaman dahulu harus merahasiakan  jalur-jalur perdagangan mereka terhadap pedagang yang lain. Ketika Kerajaan Islam sangat kaya karena menguasai perdagangan rempah-rempah ini, maka Bangsa Eropa mulai mencari jalur sendiri tidak melewati jalur darat yang dikuasai muslim, melainkan melewati jalur laut yang dipelopori oleh Vasco da Gama yang memperkenalkan jalur laut memutari benua Afrika melewati Tanjung Harapan Afsel. Dari situlah era kolonialisme penjajahan bangsa Eropa mulai menjangkiti seluruh dunia.

Oke, cukup nostalgianya, kita kembali ke pembahasan tentang buah pala. Khasiat buah pala sejak dahulu dikenal dalam dunia medis kuno sebagai obat bagi penyakit pes yang menjangkiti hampir seluruh dunia.  Karena itu pulalah, buah ini sempat melejit harga komoditasnya di saat wabah pes menjadi pandemi seluruh dunia, sehingga semakin laris dicari. 

DR.Keri Lestari, seorang doktor dari Universitas Padjajaran Bandung merupakan pelopor di Indonesia dalam mempelajari ekstrak murni dari buah ini terhadap diabetes mellitus. Sebelum beliau saintis dari Korea Selatan sudah mempelajari kandungan yang ada di dalam buah ini. Korsel memang dikenal sebagai pioner dalam hal dunia kedokteran timur selain China dan Mesir.

Buah Pala mengandung zat macelignin yang disebut-sebut sebagai bahan aktif dalam pengobatan diabetes mellitus. Macelignin mempunyai aktifitas sebagai agonis PPAR gamma. Diketahui agonis PPAR gamma memang merupakan golongan baru obat anti diabet yang mulai jarang digunakan karena efek sampingnya terhadap jantung dan pembuluh darah. Efek samping ini yang hendak dihilangkan dengan penggunaan herbal buah pala sebagai obat anti diabetik.

Sementara itu dulu, untuk masalah referensi terakhir aja deh, yang penting sudah berbagi.

Alhamdulillahirabbil Alamin
 

 

 

Manggis (Garcinia mangostana)

Posted: 9 Juli 2011 in Tak Berkategori

Bismillahirrahmaanirahiim. Buah manggis alangkah lezatnya!!Nikmat dari Allah untuk makhlukNya supaya manusia bersyukur berterimakasih atas kemurahan dan nikmat dariNya.

Adalah buah ini buah asli Indonesia. Dengan menggunakan metode spektroskopik seperti 1H NMR, 13C NMR, mass spectrometry (MS) didapati pada batang buah ini mengandung xanthone sebagai berikut

(1) (2,6-dihydroxy-8-methoxy-5-(3-methylbut-2-enyl)-xanthone) and six other prenylated xanthones, alpha-mangostin

(2), beta-mangostin

(3), garcinone D

(4), 1,6-dihydroxy-3,7-dimethoxy-2-(3-methylbut-2-enyl)-xanthone

(5), mangostanol

(6) 5,9-dihydroxy-8- methoxy-2,2-dimethyl-7-(3-methylbut-2-enyl)-2H,6H-pyrano-[3,2-b]-xanthene-6-one

(7) mangosharin

Keseluruhan dari ekstrak batang tanaman manggis mempunyai khasiat membunuh jentik-jentik larvae nyamuk Aedes Aegypti.  (Sumber : Nat Prod Res. 2006 Oct;20(12):1067-73.)

Penelitian kultur sel yang dilakukan Ee GC, Daud S, Izzaddin SA, Rahmani M. dari Universitas Putra Malaysia menunjukkan bahwa  ekstrak dari batang dan kulit akar dari tanaman  pohon manggis G. mangostana dan alpha-mangostin, mangostanol, dan garcinone D mempunyai efek membunuh sel kanker  CEM-SS cell linea, yakni  merupakan kloningan dari sel T lymphoblastoid manusia. (sumber : J Asian Nat Prod Res. 2008 May-Jun;10(5-6):475-9.)

Adas (Foeniculum )

Posted: 20 Juni 2011 in Tak Berkategori

Bismillah Arrahmaan Arrahiim Dengan menyebut nama ALLAH sang Pencipta Langit dan Bumi, Pemurah Pengasih untuk segenap ciptaanNya dan Penyayang hambaNya yang beriman.. Berikut adalah manfaat tanaman Adas, salah satu karunia Allah untuk manusia supaya mereka mendapatkan banyak manfaat darinya. Genus Foeniculum mempunyai tiga spesies yaitu F. vulgare (adas), F. azoricum (adas bunga di-gunakan sebagai sayuran) dan F. dulce (adas manis digunakan juga sebagai sayuran). Adas mengandung minyak atsiri Oleum Foeniculi 1-6%, mengandung 50-60% anetol, 20% fenkon, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilchavikol, anis aldehid, asam anisat dan 12% minyak lemak. Pada akarnya terkandung bergapten fan stigmaterina/ serposterin.

Daun adas digunakan sebagai di-uretik (pelancar air seni) dan me-macu pengeluaran keringat.   Akar-nya berkhasiat sebagai obat batuk, pencuci perut dan sakit perut se-habis melahirkan. Tanaman muda digunakan juga sebagai obat gang-guan saluran pernapasan dan dari ekstrak buah adas dapat digunakan untuk mengobati mulas.1

Efek Biologis

1. Meningkatkan gerakan peristalsis usus dan karenanya mempunyai efek karminatif yakni pengeluaran gas usus besar (kentut)

2.Mengandung unsur panas sehingga mempunyai efek menghilangkan dingin dan melunturkan dahak  di bronkus (ekspektoran)

3.Mempunyai efek menghancurka batu ginjal. Belum diketahui jenis batu yang bagaimana yang bisa dihancurkan

4. Pada tikus diketahui rebusan daun adas mempunyai efek hipotensif

 

sumber :
1. Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik  Departemen Pertanian

2. Setiawan Dalimartha, Atlas Tanaman Obat Indonesia Book 1 page 2

 

Wedusan Bandotan (Ageratum conyzoides)

Posted: 20 Agustus 2010 in Tak Berkategori

Bismillahirrahmaanirrahiim
Dengan menyebut nama ALLAH sang Pencipta Langit dan Bumi Maha Pemurah untuk segenap ciptaanNya dan Penyayang hamba-hambaNya yang beriman

Nama Daerah :
Sumatera: bandotan, daun tombak, siangit, tombak jantan, siangik kahwa, rumput tahi ayam. Jawa: babadotan, b. leutik, babandotan, b. beureum, b. hejo, jukut bau, ki bau, bandotan, berokan, wedusan, dus wedusan, dus bedusan, tempuyak. Sulawesi: dawet, lawet, rukut manooe, rukut weru, sopi. NAMA ASING : Sheng hong ji (C), bulak manok (Tag.), ajganda, sahadevi (IP), billy goat weed, white weed, bastard agrimony (I), celestine, eupatoire bleue. NAMA SIMPLISIA: Agerati Herba (herba bandotan), Agerati Radix (akar bandotan).

Habitat :
Di Indonesia, bandotan merupakan tumbuhan liar dan lebih dikenal sebagai tumbuhan pengganggu (gulma) di kebun dan di ladang. Tumbuhan ini, dapat ditemukan juga di pekarangan rumah, tepi jalan, tanggul, dan sekitar saluran air pada ketinggian 1-2.100 m di atas permukaan laut (dpl).

Deskripsi :
Bandotan tergolong ke dalam tumbuhan terna semusim, tumbuh tegak atau bagian bawahnya berbaring, tingginya sekitar 30-90 cm, dan bercabang. Batang bulat berambut panjang, jika menyentuh tanah akan mengeluarkan akar. Daun bertangkai, letaknya saling berhadapan dan bersilang (compositae), helaian daun bulat telur dengan pangkal membulat dan ujung runcing, tepi bergerigi, panjang 1-10 cm, lebar 0,5-6 cm, kedua permukaan daun berambut panjang dengan kelenjar yang terletak di permukaan bawah daun, warnanya hijau. Bunga majemuk berkumpul 3 atau lebih, berbentuk malai rata yang keluar dari ujung tangkai, warnanya putih. Panjang bonggol bunga 6-8 mm, dengan tangkai yang berambut. Buahnya berwarna hitam dan bentuknya kecil. Daerah distribusi, Habitat dan Budidaya Bandotan dapat diperbanyak dengan biji. Bandotan berasal dari Amerika tropis. Jika daunnya telah layu dan membusuk, tumbuhan ini akan mengeluarkan bau tidak enak.

Kandungan Bandotan :
Herba bandotan mengandung asam amino, organacid, pectic substance, minyak asiri kumarin, ageratochromene, friedelin, ß-sitosterol, stigmasterol, tanin, sulfur, dan potassium chlorida. Akar bandotan mengandung minyak asiri, alkaloid, dan kumarin.

Khasiat Bandotan :
Khasiat Bandotan adalah sebagai
1.stimulan tonikum
2.pereda demam (antipiretik)
3.antitoksik,
4.menghilangkan pembengkakan
5.menghentikan perdarahan (hemostatis)
6.peluruh haid (emenagog)
7.peluruh kencing (diuretik)
8.pelumuh kentut (kaiminatit)
9.insektisida nabati untuk beberapa spesies nyamuk (Culex quinquefasciatus, Aedes aegypt, and Anopheles stephensi).
10.Ekstrak daun bandotan (5% dan 10%) dapat memperpanjang siklus birahi dan memperlambat perkembangan folikel mencit betina (virgin dan non virgin). Namun, tidak berefek pada uterus, vagina, dan liver. Setelah masa pemulihan, siklus birahi dan perkembangan folikel kembali normal. Tidak ada perbedaan efek antara mencit virgin dan non virgin selama perlakuan (Yuni Ahda, JF FMIPA UNAND, – 1993).
11.Ekstrak daun bandotan dalam minyak kelapa dosis 20% tidak memberikan efek penyembuhan luka. Namun, pada dosis 40% dan 80% dapat menyembuhkan luka secara nyata sesuai dengan peningkatan dosis. Bahkan, efek penyembuhan luka pada dosis 80% tidak berbeda nyata dengan yodium povidon 10% (Eliza Magdalena, JF FMIPA UI, 1993).
12. Di Afrika tengah digunakan untuk mengobati pneumonia akan tetapi lebih populer untuk pengobatan luka bakar pada(Durodola, J.J. 1977. Antibacterial property of crude extracts from herbal wound healing remedy—Ageratum conyzoides. Planta Med. 32:388–390.)
13. D India digunakan sebagai antidisentri, antibakteri dan peluruh batu saluran kemih(Borthakur, N. and A.K.S. Baruah. 1987. Search for precocenes in Ageratum conyzoides Linn. of North-East India. J. Indian Chem. Soc. 64:580–581)
14.Di Kamerun dan Kongo digunakan untuk pengobatan demam, rematik, sakit kepala dan nyeri hebat kolik (Bioka, D., F.F. Banyikwa, and M.A. Choudhuri. 1993. Analgesic effects of a crude extract of Ageratum conyzoides in the rat. Acta Hort. 332:171–176) (Menut, C., S. Sharma, and C. Luthra. 1993. Aromatic plants of tropical central Africa, Part X—Chemical composition of essential oils of Ageratum houstonianum Mill. and Ageratum conyzoides L. from Cameroon. Flavour Fragrance J. 8(1):1–4.)
15. Penelitian dari FK Unibraw menunjukkan efek anti penuaan anti ageing dan memperbaiki kualitas endotel pembuluh darah vaskuler pada sel-sel kultur yang dipapar glukosa tinggi sebagai model pembuluh darah pada penderita kencing manis Diabetes Mellitus (Andika Agus,Irma Selekta, Danica Aulia, Firman Prayudha, dan Adytiansyah. Inhibition of Advanced Glycation End Product, NF-KB, and ET-1 by Ageratum Conyzoides Leaves Essential Oil as Anti Ageing and Anti Diabetic Vascular Complication)
.

Resep Tradisional Bandotan:

Sakit telinga tengah akibat radang : Cuci herba bandotan segar secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Hasilnya, peras dan saring. Gunakan air perasan yang terkumpul untuk obat tetes telinga. Sehari 4 kali, setiap kali pengobatan sebanyak 2 tetes.

Luka berdarah, bisul, eksim : Cuci herba bandotan segar secukupnya sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Turapkan ramuan ke bagian tubuh yang sakit, lalu balut dengan perban. Dalam sehari, ganti balutan 3-4 kali. Lakukan pengobatan ini sampai sembuh.

Bisul, borok : Cuci satu tumbuhan herba bandotan segar sampai bersih. Tambahkan sekepal nasi basi dan seujung sendok teh garam, lalu giling sampai halus. Turapkan ke tempat yang sakit, lalu balut dengan perban.

Rematik( istilah kedokteran : reumatik), bengkak karena keseleo : Sediakan satu genggam daun dan batang muda tumbuhan bandotan segar, satu kepal nasi basi, dan 1/2 sendok teh garam. Selanjutnya, cuci daun dan batang muda sampai bersih, lalu tumbuk bersama nasi dan garam. Setelah menjadi adonan seperti bubur kental, turapkan ramuan ke bagian sendi yang bengkak sambil dibalut. Biarkan selama 1-2 jam, lalu balutan dilepaskan. Lakukan perawatan seperti ini 2-3 kali sehari.

Perdarahan rahim, sariawan, bisul, bengkak karena memar : Rebus 10-15 g herba bandotan dalam dua gelas air bersih sampai tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus. Lakukan 2-3 kali sehari.

Tumor rahim : Rebus 30-60 g herba bandotan kering segar atau 15-30 g herba kering dalam tiga gelas air sampai tersisa menjadi satu gelas. Selain direbus, herba segar dapat juga ditumbuk. Air rebusan atau air perasannya diminum satu gelas sehari.

Sakit tenggorokan : (1). Cuci 30-60 g daun bandotan segar sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Selanjutnya, peras dan saring. Tambahkan larutan gula batu ke dalam air perasan secukupnya dan aduk sampai rata. Minum ramuan dan lakukan tiga kali sehari. (2). Cuci daun bandotan secukupnya, lalu jemur sampai kering. Selanjutnya, giling sampai menjadi serbuk. Tiupkan serbuk ke dalam tenggorokan penderita.

Malaria, influenza : Rebus 15-30 g herba bandotan kering dalam dua gelas air sampai tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus. Lakukan dua kali sehari.

Perut kembung, mulas, muntah : Cuci satu buah tumbuhan bandotan ukuran sedang sampai bersih, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam tiga gelas air sampai tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus. Lakukan pengobatan ini 2-3 kali sehari sampai sembuh.

Perawatan rambut : Cuci, daun dan batang bandotan segar sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Oleskan hasil tumbukan ke seluruh kulit kepala dan rambut. Tutup kepala dengan sepotong kain. Biarkan selama 2-3 jam. Selanjutnya, bilas rambut hingga bersih.

Sumber :
http://lenterahati.web.id/khasiat-bandotan.html#more-722
http://www.hort.purdue.edu/newcrop/proceedings1999/v4-469.html
http://lenterahati.web.id/khasiat-bandotan.html#more-722
http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&rid=175553
http://tanamanherbal.wordpress.com
http://www.iptek.net.id
http://id.wikipedia.org

Manisa Labu Siam (Sechium edule)

Posted: 30 Juni 2010 in Tak Berkategori

Buah manisa tentu tak asing bagi anda. Dikenal disebagian masyarakat jawa sebagai Buah Manisa. Labu siam atau jipang (Sechium edule, bahasa Inggris: chayote) adalah tumbuhan suku labu-labuan (Cucurbitaceae) yang dapat dimakan buah dan pucuk mudanya. Tumbuhan ini merambat di tanah atau agak memanjat dan biasa dibudidayakan di pekarangan, biasanya di dekat kolam. Buah menggantung dari tangkai. Daunnya berbentuk mirip segi tiga dan permukaannya berbulu.

Costa Rica adalah pengekspor utama di dunia. Di Indonesia, labu siam merupakan sayuran sekunder namun hampir selalu dapat dijumpai di pasar. Buahnya biasa direbus sebentar untuk menghilangkan getahnya lalu dimakan bersama sambal terasi sebagai lalap atau menjadi campuran sayur bening dan sayur bobor. Buahnya dapat juga dirajang dan menjadi campuran untuk melunakkan siomay. Pucuk yang masih muda dapat direbus dan dibuat cah. Buahnya merupakan sayuran penting di masakan Meksiko. Di Australia, buahnya diiris, dibaluri tepung panir, lalu digoreng.

Orang Indonesia mengenalnya sebagai labu siam karena tumbuhan ini didatangkan dari Thailand (Siam waktu dulu) oleh orang Belanda. Orang Sunda menamakannya lèjèt dan orang Jawa mengenalnya sebagai jipang.[1]

Daun Manisa dan buahnya mengandung efek diuretik, kardiovaskular dan daya antiradang, dan teh yang dibuat dari daunnya telah digunakan untuk pengobatan arteriosklerosis dan hipertensi, dan untuk meluruhkan batu ginjal.

Sumber URL:

1.Wikipedia at http://id.wikipedia.org/wiki/Labu_siam

2.

Jahe ( Zingiber officinale )

Posted: 30 Juni 2010 in Tak Berkategori

Jahe merupakan akar umbi-umbian yang banyak tumbuh di Indonesia. Merupakan tumbuhan asli Asia Tenggara, jahe menyebar ke Afrika Timur sampai kepulauan Karibia.

Jahe mempunyai bau yang khas dan citarasa yang spesifik yang disebabkan adanya campuran dari zingerone, shogaol dan gingerol, yakni minyak yang mudah menguap yang menyusun satu sampai tiga persen berat basah jahe segar. Pada binatang percobaan, gingerol meningkatkan pergerakan traktus gastrointestinal dan mempunyai efek analgesik, sedatif, antipiretik dan daya antibakterial.[1] Minyak jahe juga dibuktikan mempunyai aktivitas mencegah kanker kulit pada mencit [2] dan penelitian di Universitas Michigan mendemonstrasikan bahwa gingerrol dapat membunuh sel2 kanker ovarium.

Jahe juga terbukti mempunyai efek menurunkan peroksidasi lemak, meningkatkan kapasitas antioksidan plasma dan menurunkan tingkat nephropathy pada ginjal.[5]

Jahe mengandung tiga persen dari minyak essensial yang merupakan penyusun utama terpenoid golongan sesquiterpenoid, dengan (-)-zingiberen merupakan komponen utama. Sesquiterpenoid yang lebih kecil kandungannya juga didapatkan seperti (β-sesquiphellandren, bisabolen dan farnesen) dan juga fraksi monoterpenoid yang lebih sedikit juga berhasil diidentifikasi(β-phelladren, cineol, dan citral)

Eksperimen yang dilakukan oleh ilmuwan Kuwait menunjukkan bahwa suplemen jahe pada tikus model Diabetes Mellitus mempunyai efek hipoglikemik, hipokolesterolemik, dan hipolipidemik.[6]

Rasa pedas dari jahe diakibatkan komponen nonvolatile derivat phenylpropanoid, terutama gingerol dan shogaol, yang terbentuk dari gingerol ketika jahe dikeringkan atau dimasak. Zingeron juga dihasilkan dalam proses ini; dan kandungan yang satu ini kurang pedas dan mempunyai aroma yang pedas manis [3]. Jahe juga mempunyai sedikit irritan kimaiawi, dan dengan ini digunakan sebagai suplemen kuda pada PD 1.

Jahe mempunyai efek sialagog, yang menstimulasi produksi saliva air liur yang membuat proses menelan lebih mudah.

Sumber URL:

1.MD O’ Hara, Mary; & MSt; David Kiefer, MD; Kim Farrell, MD; Kathi Kemper, MD, MPH (1998). “A Review of 12 Commonly Used Medicinal Herbs“. Archives of Family Medicine 7 (7): 523–536. doi:10.1001/archfami.7.6.523. PMID 9821826. Retrieved 2007-08-06

2.Glorious Ginger: Root Out Ailments with This Ancient Spice published by thefoodpaper.com

3.McGee, Harold (2004). On Food and Cooking: The Science and Lore of the Kitchen (2nd ed.). New York: Scribner pp. 425-426.

4.Wikipedia

5.Afshari, Ali Taghizadeh et al.; Shirpoor, A; Farshid, A; Saadatian, R; Rasmi, Y; Saboory, E; Ilkhanizadeh, B; Allameh, A (2007). “The effect of ginger on diabetic nephropathy, plasma antioxidant capacity and lipid peroxidation in rats”. Food Chemistry (Elsevier) 101 (1): 148–153. doi:10.1016/j.foodchem.2006.01.013

6.Al-Amin, Zainab M. et al.; Thomson, M; Al-Qattan, KK; Peltonen-Shalaby, R; Ali, M (2006). “Anti-diabetic and hypolipidaemic properties of ginger (Zingiber officinale) in streptozotocin-induced diabetic rats”. British Journal of Nutrition (Cambridge University Press) 96 (4): 660–666. doi:10.1079/BJN20061849 (inactive 2008-06-25). PMID 17010224. Retrieved 5 November 2007.


Kayu manis termasuk bumbu yang paling lama dikenal. Sejak 5000 tahun yang lalu kayu manis telah dikenal, konon tertulis di Old Testamen. Di jaman Mesir kuno dipakai untuk membalsem mummi, di China tertulis dalam buku pengobatan tradisional sejak 2700 tahun sebelum Masehi.

Khasiat kayu manis untuk kesehatan diantaranya untuk: mengatur gula darah (Naturally-occurring compounds that have been shown to improve insulin sensitivity include Cr and polyphenols found in cinnamon), menurunkan kholesterol dan Trigliserida, artritis (linu persendian), mempertahankan daya ingat dan sistim syaraf, untuk kesehatan jantung dan sirkulasi darah, untuk kesehatan percernaan makanan, untuk meringankan penyakit flu, mengurangi sakit waktu mestruasi, untuk mengurangi percepatan perkembangan leukemi, mencegah kanker usus besar, dan mengandung anti bakteri dan anti jamur. Kayu manis dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu kayu manis dapat mengurangi lemak yang ada dalam tubuh kita dan sebaliknya meningkatkan massa otot.

Khasiat untuk kesehatan di atas, terutama karena kayu manis mengandung senyawa yang berfungsi sebagai anti oksidan. Kandungan senyawa lainnya berkhasiat dengan jalan membantu fungsi faal tubuh dan reaksi biokimiawi.

Kandungan kayu manis bisa dibagi menjadi dua macam yaitu yang larut dalam air dan yang larut dalam minyak. Kalau kita memakai kayu manis untuk bumbu masak dalam bentuk batangan maka yang kita dapatkan hanya yang larut dalam air, sedangkan kalau kita memasukkan bubuk kayu manis, kedua macam kandungan kayu manis bisa kita dapatkan. Sebagai pengobatan alternatif bisa dimasukkan kapsul.

Kandungan kedua macam kayu manis tersebut diantranya: cinnamaldehyde, eugenol, trans-cinnamic acid; kelompok senyawa fenol; tannins; catechins; oligomeric proanthocyanidins; limonene dan alpha-terpineol; pinene; calcium monoterpenoid oxalates; gum; mucilages; resins; starch; complex sugars. Coumarin dalam jumlah yang sangat sedikit juga bisa ditemukan. Mineral yang ada dalam kayu manis diantaranya adalah kalsium, magnisium, zat besi , kalium, natrium, khromium (cr), selenium, tembaga (Cu), dan zing (Zn). Biarpun dalam jumlah yang kecil, kayu manis juga mengandung vitamin A, riboflavin (B2), niacin (B3), dan vitamin K

Sumber URL:

1.M.Hanafi